Rabu, 11 April 2012

ANALISA UNSUR

ANALISA UNSUR

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ORGANIK I

I. NOMOR PERCOBAAN : IV
II. NAMA PERCOBAN : ANALISA UNSUR
III. TUJUAN PERCOBAAN :
Dapat mengidentifikasi kandungan unsur-undur dalam suatu senyawa
IV. DASAR TEORI :
Kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, dan reaksi dari sintesis senyawa organic. Senyawa organik dibangun terutama oleh karbon dan hidrogen dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti hidrogen mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen, dan belerang. Definisi asli dari kimia organik ini berasal dari kesalahpahaman bahwa semua senyawa organik pasti berasal dari organisme hidup, namun telah dibuktikan bahwa ada perkecualian. Bahkan sebenarnya, kehidupan manusia juga sangat bergantung pada kimia anorganik, sebagai contoh, banyak enzim yang berdasarkan kerjanya pada logam transisi seperti besi dan tembaga juga gigi dan tulang yang komposisinya merupakan campuran dari senyawa organik maupun senyawa anorganik.
Perbedaan antara kimia organik dan kimia anorganik terletak kepada ada atau tidaknya ikatan karbon hidrogen. Sehingga, asam karbonat termasuk senyawa anorganik sedangkan asam format termasuk dalam senyawa organik.
Analisa kimia adalah penyelidikan kimia yang bertujuan untuk mencari susunan persenyawaan atau campuran persenyawaan di dalam suatu sampel. Umumnya suatu reaksi kimia merupakan suau perubahan dari suatu senyawa atau molekul menjadi senywa lain atau menjadi molekul lain.
Struktur organik ditandai dengan adanya ikatan kovalen antara atom atom molekulnya. Oleh karena itu, reaksi kimia pada senyawa organik ditandai dengan adanya pemutusan ikatan kovalen dan pembentukan ikatan kovalen yang baru. Proses ini membutuhkan waktu yang sangat bergantung pada kondisi saat berlangsungnya reaksi. (Tim Kimia Organik. Penuntun Praktikum Kimia Organik I. 2011)
Kimia sering disebut sebagai "ilmu pusat" karena menghubungkan berbagai ilmu lain, seperti fisika, ilmu bahan, nanoteknologi, biologi, farmasi, kedokteran, bioinformatika, dan geologi. Koneksi ini timbul melalui berbagai subdisiplin yang memanfaatkan konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu. Sebagai contoh, kimia fisik melibatkan penerapan prinsip-prinsip fisika terhadap materi pada tingkat atom dan molekul.
Kimia berhubungan dengan interaksi zat lain. Kadang reaksi ini digerakkan oleh pertimbangan entalpi, seperti ketika materi yang dapat melibatkan dua zat atau antara materi dan energi, terutama dalam hubungannya dengan hukum pertama termodinamika. Kimia tradisional melibatkan interaksi antara zat kimia dalam reaksi kimia, yang mengubah satu atau lebih zat menjadi satu atau lebih dua zat berentalpi tinggi seperti hidrogen dan oksigen elemental bereaksi membentuk air, zat dengan entalpi lebih rendah. Reaksi kimia dapat difasilitasi dengan suatu katalis, yang umumnya merupakan zat kimia lain yang terlibat dalam media reaksi tapi tidak dikonsumsi (contohnya adalah asam sulfat yang mengkatalisasi elektrolisis air) atau fenomena immaterial (seperti radiasi elektromagnet dalam reaksi fotokimia). Kimia tradisional juga menangani analisis zat kimia, baik di dalam maupun di luar suatu reaksi, seperti dalam spektroskopi.
Semua materi normal terdiri dari atom atau komponen-komponen subatom yang membentuk atom; proton, elektron, dan neutron. Atom dapat dikombinasikan untuk menghasilkan bentuk materi yang lebih kompleks seperti ion, molekul, atau kristal. Struktur dunia yang kita jalani sehari-hari dan sifat materi yang berinteraksi dengan kita ditentukan oleh sifat zat-zat kimia dan interaksi antar mereka. Baja lebih keras dari besi karena atom-atomnya terikat dalam struktur kristal yang lebih kaku. Kayu terbakar atau mengalami oksidasi cepat karena ia dapat bereaksi secara spontan dengan oksigen pada suatu reaksi kimia jika berada di atas suatu suhu tertentu.
Zat cenderung diklasifikasikan berdasarkan energi, fase, atau komposisi kimianya. Materi dapat digolongkan dalam 4 fase, urutan dari yang memiliki energi paling rendah adalah padat, cair, gas, dan plasma. Dari keempat jenis fase ini, fase plasma hanya dapat ditemui di luar angkasa yang berupa bintang, karena kebutuhan energinya yang teramat besar. Zat padat memiliki struktur tetap pada suhu kamar yang dapat melawan gravitasi atau gaya lemah lain yang mencoba mengubahnya. Zat cair memiliki ikatan yang terbatas, tanpa struktur, dan akan mengalir bersama gravitasi. Gas tidak memiliki ikatan dan bertindak sebagai partikel bebas. Sementara itu, plasma hanya terdiri dari ion-ion yang bergerak bebas; pasokan energi yang berlebih mencegah ion-ion ini bersatu menjadi partikel unsur. Satu cara untuk membedakan ketiga fase pertama adalah dengan volume dan bentuknya: kasarnya, zat padat memeliki volume dan bentuk yang tetap, zat cair memiliki volume tetap tapi tanpa bentuk yang tetap, sedangkan gas tidak memiliki baik volume ataupun bentuk yang tetap. (http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia)
Fisikawan Jerman Friedlich Wilhelm Georg Kohlrausch (1840- 1910) membanting tulang untuk mendapatkan data fisik yang akurat. Ia menyadari bahwa ia harus sangat hati-hati dalam menentukan hantaran listrik untuk mendapatkan data yang sangat akurat.
Ia membuat alat dari kuarsa (bukan gelas!) untuk mencegah kontaminasi dari alat gelas. Dengan mengalirkan nitrogen yang dimurnikan, ia berulang-ulang mendestilasi air. Hantaran air yang didapatkan sangat kecil, dari 1/100 sampai 1/1000 hantran air terdestilasi biasa. Dari nilai hantaran yang ia dapatkan, ia menghitung nilai hasil kali ion air yang nilainya sama dengan nilai hasil teori.
Menjebak karbon dioksida dan air juga merupakan prosedur yang sukar. Kontaminasi oleh karbon dioksida dan air dari udara merupakan sumber kesalahan juga.Kriteria kemurnian empiris yang lain adalah uji titik-leleh-campuran. Metoda ini didasarkan atas fakta berikut. Bila titik leleh campuran dua padatan dengan titik leleh yang sama ditentukan, titik lelehnya akan menurun bila dua senyawa itu tidak identik.Masalahnya waktu itu adalah bagaimana kimiawan dapat memperoleh sampel ya ng dapat dianalisis dengan benar dan tidak menunjukkan penurunan titik leleh. (http://k011tiumb.blogspot.com/2009/11/analisis-unsur.html)
Unsur adalah suatu zat yang sudah tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Senyawa itu ialah suatu gabungan yang terdiri dari dua unsur atau lebih yang bergabung secara kimia dengan perbandingan tertentu dalam setiap molekulnya. Senyawa itu dapat dituliskan dalam rumus kimia. Rumus kimia dari suatu senyawa dapat berupa rumus molekul dan rumus empiris.
Rumus molekul itu adalah suatu molekul yang ada dalam rumus kimia yang menyatakan suatu jenis serta jumlah atom yang dapat menyusun zat. Sedangkan Rumus empiris adalah rumus kimia yang menyatakan suatu perbandingan terkecil atau jumlah dari atom-atom pembentuk senyawa. Contohnya seperti n-heksana memiliki rumus yang molekulnya terdiri dari CH3CH2CH2CH2CH2CH3, yang menyatakan bahwa senyawa ini pasti punya struktur rantai lurus yang terdri dari masing-masing 6 atom karbon, dan 14 atom hidrogen. Dengan rumus molekul tersebut maka dapat disimpulkan bahwa formula kimia heksana adalah C6H14, sedangkan rumus empirisnya adalah C3H7 yang menunjukkan rasio C:H sebesar 3 : 7.(http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-kimia/pengertian-unsur-senyawa-dan-campuran-dalam-kimia/)

V. ALAT DAN BAHAN
• Beker gelas
• Erlenmeyer
• Krus porselin
• Kawat tembaga
• Pecahan porselen
• Corong
• Tabung reaksi
• Kertas saring
• Karbon tetra klorida
• Asam nitrat
• Asam klorida
• Perak nitrat 5-10%
• Natrium karbonat
• Bubuk seng
• Natrium hidroksida
• Glukosa (gula pasir)






VI. PROSEDUR PERCOBAAN
1. Karbon

2. Analisa iodium

3. Nitrogen dan sulfur
Analisa nitrogen
Catatan : bila sampel mengandung nitrogen akan membentuk endapan biru prusia. ulangi dengan filtrat kedua.
Analisa sulfur
Catatan : bila sampai mengandung sulfur maka ada zat warna hitam pada kertas saring.


VII. SIFAT FISIK DAN KIMIA BAHAN
1. Asam nitrat
- Cair tidak berwarna, TF = -420
- pKa = 1,4 dalam air 93 % , Terionisasi menjadi nitrat
2. Nitrogen
- Gas tanpa warna - Bukan gas yang stabil
- Tidak berbau - Sulit bereaksi dengan senyawa lain
- Tidak terasa gasa diatomik - Zat nonlogam dengan elektronegatifitas
3. Sulfur
- Tidak berasa dan tidak berbau
- Berwarna kuning
- Bukan logam yang multivalen yang berlimpah
4. Iodium
- Mudah larut dalam kloroform
- Sedikit larut dalam air
- Padatan berkilaun berwarna hitam kebiru-biruan
5. Natrium Karbonat
- Berwarna putih
- Hidroskipis konduktor yang baik
- Bersifat basa
- Larut dalam alkohol dan etanol 
VIII. PERTANYAAN PRAPRAKTEK
1. Jelaskan sifat fisik dan kimia Nitrogen, Sulfur dan Iodium ?
Jawab :
Nitrogen :
• Gas tanpa warna
• Tidak berbau
• Tidak berasa gas diatomik
• Bukan gas yang stabil
• Sulit bereaksi dengan senyawa lain
Sulfur :
• Tidak berasa dan tidak bau
• Warna kuning
• Bukan logam multivalen yang berlimpah
Iodium :
• Mudah larut dalam kloroform
• Sedikit larut dalam air
• Padatan berkilau berwarna hitam kebiru-biruan

2. Jelaskan ikatan kovalen dan contohnya ?
Jawab :
Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terjadi antara unsur nonlogam
dan usur nonlogam dengan cara penggunaan elektron secara bersama-sama.
Contohnya : HCl, HBr, HI, dan lain-lain

3. Apa yang di maksud dengan unsur ?
Jawab :
Unsur adalah zat murni yang dapat di uraikan lagi melalui reaksi kimia.

4. Sebutkan contoh-contoh senyawa hidrokarbon ?
Jawab :
Flour (F), Klor (Cl), Brom (Br), Iodium (I), Astatin (At).


IX. DATA HASIL PENGAMATAN
a. Uji Karbon
No Sample Pengamatan
1 Glukosa (+) berubah jadi hitam

b. Uji Iodium
No Sample Pengamatan
1 KI + CuSO4 .5H2O (+) Berwarna biru pada kertas saring



c. Uj i Nitrogen
No Sample Pengamatan
1 Filtrat+ NaOH+ FeSO4 + HCL +FeCl3 (+) terdapat nitrogen karena terbentuk endapan biru


d. Uji Sulfur
No Sample Pengamatan
1 Endapan + HCl (+) terdapat bintik – bintik hitam pada kertas saring




X. PERTANYAAN PASCAPRAKTEK
1. Jelaskan alasan kenapa pada gula ketika ditetesi asam sulfat pekat berubah menjadi warna hitam?
jawab:
*warna hitam yang terbentuk ini disebabkan oleh putusnya salah satu rantai karbon pada gula oleh H2S04 yang bersifat membakar
2. Warna biru pada analisa iodium dikarenakan?
jawab:
*Warna biru ini didapat dari salah satu penguji iodium yang mengandung logam transisi Cu dimana logam Cu ini memiliki warna yang sangat khas
3. Fungsi alat dan bahan!
jawab:
*beker gelas : tempat meletakkan larutan bahan-bahan
*erlenmeyer : tempat pengujian iodion dan sulfur
*krus porselen : tempat unik menghaluskan bahan
*kertas saring : untuk memisaghkan titrat dan endapan dan juga untuk
penutup erlenmeyer
*spatula : pengaduk bahan yang dicampurkan
*gula pasir : sampel
*bubuk seng : sebagai zat terlarut
*Na2C03 : sebagai zat terlarut
*NaOH : sebagai pelarut
*Aquades : sebagai pelarut
*KI : sampel

XI. PEMBAHASAN
Pada percobaan IV dilakukan analisa unsur. Dalam kimia, pembahasan mengenai striuktur dan sifat bahan, baik berupa unsur-unsur maupun senyawanya terdapat pada kimia deskriptif. Kimia deskriptif merupakan jembatan yang penting antara kimia teori dan terapan.
Dalam kimia organik, unsur-unsur yang utama berupa karbon dan hidrogen. Selain itu,unsure penyusun senyawa organik dapat berupa oksigen, hidrogen, sulfur, fosfor maupun halogen. Di percobaan ini, analisa unsur yang dilakukan merupakan identifikasi secara kualitatif terhadap keberadaan unsure C (karbon),I (iodium), N (nitrogen), dan S (sulfur).
Analisa tersebut memanfaatkan cara-cara dan hasil dari perubahan kimia yang khas atau unik dari unsur senyawa yang bersangkutan. Misalnya, adanya unsur karbon ditandai dengan perubahan senyawa yang mengandung atom unsure karbon berubah menjadi hitam setelah ditetesi asam sulfat (H2SO4). Dalam percobaan ini,setelah gula dicairkan dengan pemanasan, terlihat warna berubah menjadi hitam. Disini pemutusan ikatan C-C dilakukan dengan melalui pemanasan.
Analisa iodium dilakukan dengan mereaksikan iodida dengan tembaga sulfat terhidrasi. Pencampuran kemudian dilakukan didalam tabung Erlenmeyer. Dibagian mulut Erlenmeyer ditutupi kertas saring yang sudah dibahasi dengan larutan amilum. Hasil percobaan menunjukan terbentuknya warna kebiru-biruan pada kertas saring tersebut. Analisa iodium ini memanfaatkan reaksi yang terjadi bila amilum ditetesi dengan iodium. Dalam analisa amilum, iodium digunakan sebagai pereaksi. Yang apabila positif mengandung amilum akan terbentuk warna biru. Dengan demikian, warna biru dihasilkan dari reaksi antara iodium dan amilum.
Dalam analisa nitrogen dan sulfur, terlebih dahulu dilakukan filtrasi terhadap sampel yang digunakan. Sampel yang digunakan dalam percobaan ini berupa minyak goring.
Untuk analisa nitrogen,yang yang digunakan merupakan supernatantnya. Sedangkan bagian endapannya digunakan untuk analisa sulfur. Pada analisa nitrogen, supernatan dibagi dua. Dengan melakukan serangkaian prosedur yang telah ditentukan didapatkan hasil bahwa bagian yang pertama terdeteksi mengandung nitrogen. Sedangkan bagian kedua tidak teridentifikasi mengandung nitrogen. Hal ini mungkin disebabkan antara lain pembagian supernatant yang tidak sama rata. Sehingga membuat salah satu bagian lebih pekat oleh pereaksi. Sedang bagian lain tidak. Bagian yang tidak pekat tersebut menghasilkan analisa negative akan unsure nitrogen.
Pada analisa sulfur, endapan terlebih dahulu dicampur dengan asam klorida encer. Kemudian, mulut Erlenmeyer ditutup dengan kertas saring yang dibahasi dengan larutan PB-asetat, kemudian dikeringkan. Hasil yang didapat menunjukan sampel tidak mengandung sulfur.
Dari serangkaian prosedur tersebut, jelaslah bahwa analisa unsure merupakan suatu analisa kualitatif dimana,adanya suatu unsure didentifikasi melalui penginderaan. Jelas pula bahwa analisa ini mengandalkan perubahan-perubahan yang khas dari unsur ketika bereaksi dengan pereaksi tertentu. Dengan demikian,penting sekali untuk memilih reaksi yang dapat melakukan reaksi dengansampil dan menghasilkan perubahan khas yang mudah teramati. Selain,itu harus diperhatikan kondisi-kondisi reaksi. Jangan sampai salah dalam mengkondisikan reaksi dan menjalankan prosedurnya.
Bisa jadi identifikasi menunjukan negative akan keberadaan suatu unsur tertentu karena praktikan keliru dalam menggunakan preaksi keliru dalam mengkondisikan reaksi ataupun salah menerapkan prosedur percobaan.
Pereaksi yang digunakan dalam percobaan ini terdiri dari larutan amilium, tembaga sulfat terhidrasi, natrium karbonat, bubuk seng,natrium hidroksida, besi(II)sulfat, besi klorida, larutan timbal asetat dan atom klorida encer. Sampel yang digunakan berupa glukosa (dalam bentuk gula pasir), kalium iodide dan minyak goreng.
Percampuran zat dalam percobaan ini dilakukan di tabung reaksi dan ada juga yang dilakukan didalam labu Erlenmeyer. Pencampuran didalam labu Erlenmeyer sangat cocok terutama untuk mencampurkannya kita cukup menggoyang-goyangkan labu tanpa harus menggunakan pengaduk,sehingga dapat meminimalisir system yang sedang diamati dari kontaminasi zat-zat lain.
Dalam proses pemanasan,percobaan ini menggunakan bahan porselen yang dapat tahan dalam suhu yang tinggi. Pemanas yang digunakan dalam percobaan ini seharusnya pembakar Bunsen dan kaki tiga sebagai tempatnya. Namun,karena sesuatu hal,pemanasan dilakukan dengan menggunakan lilin. Hal ini sangat tidak efisien karena kalor dari pembakaran lilin lebih kecil dari pada yang berasal dari Bunsen yang berbahan spritus. Proses pemanasan ini memerlukan waktu yang sangat lama.
Kondisi percobaan yang sebenarnya dilakukan atau diterapkan oleh praktikan agak berbeda dengan yang semestinya. Hal ini lantaran keterbatasan peralatan yang ada.
Bila analisa unsure dapat dilakukan dengan benar, hal ini akan sangat bermanfaat. Karena,hasil analisa unsur ini dapat memberikan informasi mengenai sifat fisik dan kimia unsure & keberadaan unsur tersebut. Prosedur percobaannya juga sederhana,tidak menggunakan peralatan tau instrument canggih yang membutuhkan ahli khusus untuk menjalankannya. Analisa unsur ini juga sangat mungkin menuntun kita untuk menemukan unsure-unsur baru, mengingat masih banyaknya potensi-potensi sumber daya alam yang belum bermanfaatkan.
Analisa unsur juga dapat membuat kita mampu untuk memaksimalkan pemanfaatan unsur-unsur yang sudah atauvpun yang belum dikenal. Sehingga diharapakan dapat semakin meningkatkan taraf hidup manusia.


XII. KESIMPULAN
1. Keberadaan suatu unsur dapat dildentifikasi dengan memanfaatkan perubahan atau reaksi kimia.
2. Analisa unsur memanfaatkan perubahan kimia dimungkinkan karena unsur-unsur mengalami perubahan yang khas.
3. Analisa unsur tergolong analisa kualitatif.
4. Pengamatan harus dilakukan dengan teliti dan cermat agar perubahan yang khas tersebut dapat teramati.
5. Percobaan menganalisa unsur harus dapat dilakukan dengan baik dan benar agar didapat data percobaan yang benar.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim . 2008. Analisa Unsur.
Website : (http://k011tiumb.blogspot.com/2009/11/analisis-unsur.html)

Anonym. 2008. Kimia
Website : ( http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia)
Anonym. 2009. Pengertian Unsur Senyawa dan Campuran Dalam Kimia.
Website:(http://klikbelajar.com/pelajaran-sekolah/pelajaran-kimia/pengertian-unsur-senyawa-dan-campuran-dalam-kimia/)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar